Belajar dari molekul
by: Muhammad Assad
Editor n copied by Nuur Mahmudiyah
Kenapa kalo kita dipukul pake kayu lebih sakit daripada dipukul pake kapas, meskipun dengan kecepatan yang sama? Jawabannya adalah karena kerapatan molekul pendukungnya. Kayu memiliki molekul yang sangat rapi , teratur dan terikat dengan kuat.
Selain itu, jarak antar molekul kayu lebih dejat, kuat dan padat, sehingga disebut solid. Makanya kenapa kalo balok kayu dipake buat gebuk maling, pasti pingsan hehehe…
Sedangkan kapas molekulnya renggang dan tidak teratur sehingga sekuat apapun kapas dipake untuk mukul orang inshaallah ga bakalan sakit.
Maknanya adalah jika kita ingin menjadi pribadi yang kuat dan tangguh maka tirulah sifat molekul zat padat yang solid. Zat padat dengan struktur terkokoh adalah Kristal, makanya tidak sembarang alat bisa membelah Kristal.
Jadilah seperti Kristal yang kuat kokoh, tahan banting, dan tidak mudah dihancurkan oleh hal –hal kecil disekitarnya. Caranya??? Harus keras terhadap diri sendiri, mau diikat oleh suatu aturan yang ketat dan disiplin. Jika kita keras terhadap diri kita sendiri (disiplin, pantang menyerah, dll ), maka dunia yang akan lembut kepada kita. Sebaliknya kalau kita terlalu lembut kepada diri sendiri, sudah dipastikan dunia yang akan keras kepada kita.
Yang namanya terikat emang biasanya ga enak, karena banyak aturan dan hidup harus disiplin dan selalu ada tekanan, tapi disitu lah kunci suksesnya. Sebuah pribadi tangguh yang terikat dengan disiplin yang kuat akan menghasilkan perubahan besar dalam hidupnya, karena sunnatullahnya kesuksessan tidak mungkin dihasilkan dari struktur individu yang lemah dan mudah goyah.
Finally, the choice is ours. Mau jadi pribadi lemah yang Cuma bisa jd penonton? Yang tidak siap dengan kompetisi dan perubahan pasti tertinggal dan hanya bisa jadi penonton / pengagum tanpa bias ikut menikmati
Tulisan sedikit saya tambah agar terlihat lebih segar namun tidak mengubah inti dari tulisan dan maksud yg ingin disampaikan penulis, sekian semoga bermanfaat.
Diambil dari twit Muhammad assad pada tanggal 23 Mei 2011
sara nuur mahmudiyah
menjadi dewasa bukan persoalan sehari dua hari namun menjadi dewasa merupakan tempaan masalah yang mampu dihadapi dan membuat kita belajar....
Selasa, 24 Mei 2011
Senin, 07 Februari 2011
TERIMA KASIH BAPAK DRS.YUDO DWIYONO, M.SI
Assalamualaikum wr. Wb
Artikel kali ini saya akan bercerita tentang sosok yang saya tulis di atas. Bagi anak – anak atau mahasiswa / i fakultas KIP jurusan Ilmu Pendidikan program studi bimbingan dan konseling ( lengkap amat ya hehe) sudah tidak asing lagi sosok beliau ini, kalau boleh jujur pada awal semester dulu dan bertemu beliau sebenarnya saya merasa kurang nyaman dengan beliau entah mengapa padahal secara pribadi saya tidak pernah memiliki masalah berarti dengan beliau namun entah kenapa saya merasa tidak sreg dengan beliau ( maaf ya pak jngan marah hehe paling tidak saya jujur terhadap diri saya sendiri ).
Seiring berjalannya waktu sampai sekarang saya sudah berada di semester 8 yah bisa dibilang udah angkatan tuir atau tua hehe apa yang saya rasakan terhadap beliau masih sama namun tidak bisa dipungkiri bahwa dari sudut hati saya yang paling dalam bahwa saya sanggat menghormati beliau dan ada satu hal lagi setelah saya amati beliau ini mirip sekali dengan om saya yang bernama om harto dari segi perawakan, wajah samapi warna kulit hehe.
Nah disemester ini saya menjalani salah satu persyaratan kelulusan yaitu bernama PPL ( Praktik Pengalaman lapangan ) kalau saya tidak salah, kalau salah mohon dikoreksi hehe. Kebetulan setelah melihat pengumuman ternyata saya ditempatkan di SMAN 4 samarinda yang beralamat di JL. KH. Harun Nafsi No. 40 yah saya merasa cukup senang karena dekat dari rumah saya, dan di pengumuman itu juga diberitahukan bahwa dosen pembimbing saya adalah bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si, awalnya agak gimana gitu malah sempet ngerasa dalam hati kenapa aku ga dapat dosen yang lain aja??? Tapi ya sudahlah pasti allah mengatur ini semua adahikmahnya yang penting dijalani saja.
Well 3 bulan berjalan tiba saatnya untuk melaksanakan ujian yah sebagai akhir dari rangkaian PPL kami di sekolah tersebut, setelah menghubungi beliau dan membuat janji untuk bertemu beliau maka saya dan teman – teman akhirnya mengunjungi rumah beliau, agak deg – degan memang tapi yah maju ajalah kalau dimarahi karena mendadak ya gapapa anggap aja ujian mental, ternyta bener karena ada miss comunication dengan beliau maka beliau menyatakan komplainnya kepada kami, kenapa sayabilang komplain karena memang beliau tidak menggunakan nada suara yang tinggi dan dengan bahasa yang sopan dan lembut namun agak nylekit hehe tapi setau saya begitulah pembawaan beliau.
Disela – sela ucapan beliau saya agak kaget ketika beliau menyebut nama saya dan kira – kira kata- kata beliau seperti ini “ Nuur, saya tau kamu kan memiliki kesibukan diluar, namun jangan melupakan kewajibanmu, yah jadinya begini membenturkan diri dengan saya”. Hal yang saya tanggap dari pernyataan beliau adalah saya boleh berprestasi di luar tapi saya pun harus tau bahwa saya punya kewajiban di kampus yang harus saya selesaikan teruma yang berhubungan dengan dosen yang notabene orang yang lebih tua dari saya. Sejak statement itu keluardari mulut beliau maka mulai saat itu saya berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tidak mengecewakan. Secara jujur mulai saat itu saya menjadi sangat menghormati beliau.
Sekali lagi terima kasih untuk peringatan yang bapak berikan sehingga menyadarkan saya atas kekhilafan yang sudah saya lakukan, sekali lagi terima kasih dan artikel ini saya dedikasikan untuk dosen pembimbing saya selama PPL bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si atas ilmunya yang insya allah bermanfaat bagi saya.
Wassalamualaikum wr.wb
Artikel kali ini saya akan bercerita tentang sosok yang saya tulis di atas. Bagi anak – anak atau mahasiswa / i fakultas KIP jurusan Ilmu Pendidikan program studi bimbingan dan konseling ( lengkap amat ya hehe) sudah tidak asing lagi sosok beliau ini, kalau boleh jujur pada awal semester dulu dan bertemu beliau sebenarnya saya merasa kurang nyaman dengan beliau entah mengapa padahal secara pribadi saya tidak pernah memiliki masalah berarti dengan beliau namun entah kenapa saya merasa tidak sreg dengan beliau ( maaf ya pak jngan marah hehe paling tidak saya jujur terhadap diri saya sendiri ).
Seiring berjalannya waktu sampai sekarang saya sudah berada di semester 8 yah bisa dibilang udah angkatan tuir atau tua hehe apa yang saya rasakan terhadap beliau masih sama namun tidak bisa dipungkiri bahwa dari sudut hati saya yang paling dalam bahwa saya sanggat menghormati beliau dan ada satu hal lagi setelah saya amati beliau ini mirip sekali dengan om saya yang bernama om harto dari segi perawakan, wajah samapi warna kulit hehe.
Nah disemester ini saya menjalani salah satu persyaratan kelulusan yaitu bernama PPL ( Praktik Pengalaman lapangan ) kalau saya tidak salah, kalau salah mohon dikoreksi hehe. Kebetulan setelah melihat pengumuman ternyata saya ditempatkan di SMAN 4 samarinda yang beralamat di JL. KH. Harun Nafsi No. 40 yah saya merasa cukup senang karena dekat dari rumah saya, dan di pengumuman itu juga diberitahukan bahwa dosen pembimbing saya adalah bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si, awalnya agak gimana gitu malah sempet ngerasa dalam hati kenapa aku ga dapat dosen yang lain aja??? Tapi ya sudahlah pasti allah mengatur ini semua adahikmahnya yang penting dijalani saja.
Well 3 bulan berjalan tiba saatnya untuk melaksanakan ujian yah sebagai akhir dari rangkaian PPL kami di sekolah tersebut, setelah menghubungi beliau dan membuat janji untuk bertemu beliau maka saya dan teman – teman akhirnya mengunjungi rumah beliau, agak deg – degan memang tapi yah maju ajalah kalau dimarahi karena mendadak ya gapapa anggap aja ujian mental, ternyta bener karena ada miss comunication dengan beliau maka beliau menyatakan komplainnya kepada kami, kenapa sayabilang komplain karena memang beliau tidak menggunakan nada suara yang tinggi dan dengan bahasa yang sopan dan lembut namun agak nylekit hehe tapi setau saya begitulah pembawaan beliau.
Disela – sela ucapan beliau saya agak kaget ketika beliau menyebut nama saya dan kira – kira kata- kata beliau seperti ini “ Nuur, saya tau kamu kan memiliki kesibukan diluar, namun jangan melupakan kewajibanmu, yah jadinya begini membenturkan diri dengan saya”. Hal yang saya tanggap dari pernyataan beliau adalah saya boleh berprestasi di luar tapi saya pun harus tau bahwa saya punya kewajiban di kampus yang harus saya selesaikan teruma yang berhubungan dengan dosen yang notabene orang yang lebih tua dari saya. Sejak statement itu keluardari mulut beliau maka mulai saat itu saya berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tidak mengecewakan. Secara jujur mulai saat itu saya menjadi sangat menghormati beliau.
Sekali lagi terima kasih untuk peringatan yang bapak berikan sehingga menyadarkan saya atas kekhilafan yang sudah saya lakukan, sekali lagi terima kasih dan artikel ini saya dedikasikan untuk dosen pembimbing saya selama PPL bapak Drs. Yudo Dwiyono, M.Si atas ilmunya yang insya allah bermanfaat bagi saya.
Wassalamualaikum wr.wb
Rabu, 29 Desember 2010
Indonesia Bersatu
tadi malam telah keluar sebuah hasil dari pertandingan piala AFF setelah wasit yang berasal dari Australia meniupkan peluit panjang yang menandakan pertandingan telah berakhir, dan dapat diketahui bersama bahwa telah kelaur jauara baru yaitu Malaysia...
hal ini sangat membuat sedih para supporter bagi bangsa Indonesia tepatnya, ya wajarlah karena track reccord di babak penyisihan hingga semi final tim garuda sangat perkasa namun harus diakui garuda harus kalah dengan harimau malaya...
normally pasti semua bersedih atas hal ini, begitu pula saya sebagai pribadi, saya menyukai sepakbola tapi bukan penggemar fanatik namun melihat euphoria yang luar biasa dari bangsa ini maka makinlah saya mencintai olahraga ini....
saya yakin tadi malam seluruh bangsa indonesia berdoa hal yang sama yaitu bahwa kita berharap indonesia mampu mengangkat trophy, namun kalah agregat 4 -2 dalam dua leg membuat mimpi itu tertunda, knp saya bilang tertunda karena ini bukan akhir masih ada 2012 piala AFF dan kita bisa membuat mimpi kita menjadi kenyataan...
namun hal yang paling membahagiakan dalam pertandingan ini adalah bersatunya seluruh bangsa Indonesia untuk mendukung tim garudanya, sekian puluh tahun saya hidup saya tidak pernah melihat bangsa Indonesia bersatu seperti tadi malam, bahkan dalam akun twitternya salah satu pemain TIMNAS @arifsuyono :"aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa pemimpin kt n pedagang asongan melebur jadi satu...sesuai smboyan bangsa..bhineka tunggal ika..."
walaupun Indonesia belum meraih gelar juara namun TIM GARUDA sudah memenangkan hati rakyat indonesia untuk melebur mmenjadi satu atas nama bangsa INDONESIA, menurut saya mungkin inilah hikmah dari kekalahan kita kali ini.
walalupun kita kalah namun kita kalah terhormat karena kita bermain fair play itu membuktikan bahwa tim garudah adalah TIM TANGGUH dan supporter indonesia adalah supporter terbaik....
Bangga Menjadi Indonesia
jaga selalu persaudaraan kita...
hal ini sangat membuat sedih para supporter bagi bangsa Indonesia tepatnya, ya wajarlah karena track reccord di babak penyisihan hingga semi final tim garuda sangat perkasa namun harus diakui garuda harus kalah dengan harimau malaya...
normally pasti semua bersedih atas hal ini, begitu pula saya sebagai pribadi, saya menyukai sepakbola tapi bukan penggemar fanatik namun melihat euphoria yang luar biasa dari bangsa ini maka makinlah saya mencintai olahraga ini....
saya yakin tadi malam seluruh bangsa indonesia berdoa hal yang sama yaitu bahwa kita berharap indonesia mampu mengangkat trophy, namun kalah agregat 4 -2 dalam dua leg membuat mimpi itu tertunda, knp saya bilang tertunda karena ini bukan akhir masih ada 2012 piala AFF dan kita bisa membuat mimpi kita menjadi kenyataan...
namun hal yang paling membahagiakan dalam pertandingan ini adalah bersatunya seluruh bangsa Indonesia untuk mendukung tim garudanya, sekian puluh tahun saya hidup saya tidak pernah melihat bangsa Indonesia bersatu seperti tadi malam, bahkan dalam akun twitternya salah satu pemain TIMNAS @arifsuyono :"aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa pemimpin kt n pedagang asongan melebur jadi satu...sesuai smboyan bangsa..bhineka tunggal ika..."
walaupun Indonesia belum meraih gelar juara namun TIM GARUDA sudah memenangkan hati rakyat indonesia untuk melebur mmenjadi satu atas nama bangsa INDONESIA, menurut saya mungkin inilah hikmah dari kekalahan kita kali ini.
walalupun kita kalah namun kita kalah terhormat karena kita bermain fair play itu membuktikan bahwa tim garudah adalah TIM TANGGUH dan supporter indonesia adalah supporter terbaik....
Bangga Menjadi Indonesia
jaga selalu persaudaraan kita...
Rabu, 15 Desember 2010
satu hari menjelang semifinal piala AFF
Tanggal15 Desember 2010
Pukul 22.02 WITA
Malam ini saya tidak dapat fokus dengan pekerjaan yang ada didepan saya, dari tadi sore saya mencoba untuk berkonsentrasi dengan laptop butut saya namun masih tidak bisa membendung kekhawatiran dan kegelisahan saya. Malam ini tepat satu hari menjelang semifinal piala AFF di gelora bung karno saya merasa sangat khawatir, sebagai penonton, pencinta sepak bola serta rasa nasionalis yang ada saya sangat khawatir bahwa indonesia besok akan berhadapan dengan Filiphina lawan yang selama ini sering menjadi lumbung gol dan berubah menjadi macan setelah TIMNAS Filiphina memasukkan 8 bahkan hingga 9 pemain naturalisasi yang tidak bisa dianggap remeh kehadirannya.
Tapi sampai saya menulis ini saya masih tetap dengan keyakinan seperti diawal yaitu bahwa Firman Utina, bambang pamugkas dkk akan memberikan permainan terbaiknya untuk angsa ini.
Eufhoria yang berlebihan yang ditunjukkan oleh supporter indonesia memang luar biasa namun mudah2an hal ini tidak membuat punggawa garuda jadi berbesar kepala sehingga berman tidak fokus, itulah ketakunan dan kekhawatiran yang saya rasakan walaupun sebagai penikmat bola saya tidakikut serta dalam eufhoria yang berlebihan apalagi sampai bertaruh.
Doa dan harapan dari segenap bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi macan di Asia dan ini adlah saatnya untuk menunjukkan taring.
Pukul 22.02 WITA
Malam ini saya tidak dapat fokus dengan pekerjaan yang ada didepan saya, dari tadi sore saya mencoba untuk berkonsentrasi dengan laptop butut saya namun masih tidak bisa membendung kekhawatiran dan kegelisahan saya. Malam ini tepat satu hari menjelang semifinal piala AFF di gelora bung karno saya merasa sangat khawatir, sebagai penonton, pencinta sepak bola serta rasa nasionalis yang ada saya sangat khawatir bahwa indonesia besok akan berhadapan dengan Filiphina lawan yang selama ini sering menjadi lumbung gol dan berubah menjadi macan setelah TIMNAS Filiphina memasukkan 8 bahkan hingga 9 pemain naturalisasi yang tidak bisa dianggap remeh kehadirannya.
Tapi sampai saya menulis ini saya masih tetap dengan keyakinan seperti diawal yaitu bahwa Firman Utina, bambang pamugkas dkk akan memberikan permainan terbaiknya untuk angsa ini.
Eufhoria yang berlebihan yang ditunjukkan oleh supporter indonesia memang luar biasa namun mudah2an hal ini tidak membuat punggawa garuda jadi berbesar kepala sehingga berman tidak fokus, itulah ketakunan dan kekhawatiran yang saya rasakan walaupun sebagai penikmat bola saya tidakikut serta dalam eufhoria yang berlebihan apalagi sampai bertaruh.
Doa dan harapan dari segenap bangsa Indonesia saat ini adalah bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi macan di Asia dan ini adlah saatnya untuk menunjukkan taring.
Selasa, 14 Desember 2010
nice person
hari ini tanggal 15 desember 2010
pukul 15.08 wita
ini hari kesekian saya PPL saya di Salah satu SMA di Samarinda dan sebentar lagi saya akan meninggalkan sekolah ini, dibilang sedih ga juga tapi dibilang ga sedih juga bohong.
disini saya mendapat banyak pelajaran, saya mendapatkan suatu sisi kehidupan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yang saya kira ini hanya sebuah momok menakutkan yang biasa saya hanya lihat di tv.
sebelumnya saya ingin menceritakan riwayat pendidikan saya dan lingkungan akademis saya. saya tinggal di sebuah kampung tepatnya sekitar 30 km dari pusat kota Samarinda yaitu di daerah loa janan saya memulai sekolah pada jenjang TK ( Taman Kanak - Kanak ) An Nasyriyah (yang sekrang menjadi TK Al- Islamiyah )lalu saya melanjutkan pendidikan saya di SD Negeri 029 dua sekolah ini berada tidak jauh dari rumah saya masih sama- sama di daerah loa janan setelah saya lulus dari jenjang pendidikan sekolah dasar saya memutuskan untuk masuk di sekolah unggulan pertama di kota ini walalupun dengan nim yang pas2an saat itu untuk bersaing dengan teman2 yang berasal dari kota, namun semangat saya tidak surut dengan optimis saya mendaftar disekolah tersebut dan akhirnya diterima.
tiga tahun disekolah ini dan saya lulus dengan hasil yang standart, lalu saya memberanikan diri untuk mencoba lagi masuk ke sebuah SMA favorit di kota ini yaitu SMAN 1 Samarinda dan untuk kali kedua saya diterima lagi.
dengan riwayat pendidikan seperti ini saya selalu dihadapkan pada sebuah kondisi yag kondusif, saya selalu berhadapan dengan orang - orang yang menuntut saya untuk mampu bersaing lebih keras, orang2 yang memiliki daya juang yang kuat, motivasi berprstasi yang tinggi hingga saya luluspun kami berlomba2 untuk pindah ke pulau jawa supaya bisa mengecam pendidikan yang lebih baik walaupun pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap stay di samarinda karena satu dan lain hal.
dengan begitu selama saya menempuh pendidikan akademis saya saya selalu dihadapkan pada lingkungan yang baik - baik maka ketika saya ditempatkan PPL di sekolah ini pada awalnya bahkan mungkin sampai saat ini saya masih kaget (tanpa bermaksud meremehkan). disini saya menemkan sebuah kondisi lain yang tidak pernah saya bayangkan dan saya temui sebelumnya pada lingkungan saya.
dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan hal apa saja itu namun satu yang pasti disini saya mulai belajar memandang segala sesuatu walaupun hal terburuk sekalipun dari sudut pandang yang berbeda dan dengan jauh lebih positif sehingga saya masih mampu melihat bahwa mereka yang berada disini adalah nice perso
selesai...
pukul 15.08 wita
ini hari kesekian saya PPL saya di Salah satu SMA di Samarinda dan sebentar lagi saya akan meninggalkan sekolah ini, dibilang sedih ga juga tapi dibilang ga sedih juga bohong.
disini saya mendapat banyak pelajaran, saya mendapatkan suatu sisi kehidupan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, yang saya kira ini hanya sebuah momok menakutkan yang biasa saya hanya lihat di tv.
sebelumnya saya ingin menceritakan riwayat pendidikan saya dan lingkungan akademis saya. saya tinggal di sebuah kampung tepatnya sekitar 30 km dari pusat kota Samarinda yaitu di daerah loa janan saya memulai sekolah pada jenjang TK ( Taman Kanak - Kanak ) An Nasyriyah (yang sekrang menjadi TK Al- Islamiyah )lalu saya melanjutkan pendidikan saya di SD Negeri 029 dua sekolah ini berada tidak jauh dari rumah saya masih sama- sama di daerah loa janan setelah saya lulus dari jenjang pendidikan sekolah dasar saya memutuskan untuk masuk di sekolah unggulan pertama di kota ini walalupun dengan nim yang pas2an saat itu untuk bersaing dengan teman2 yang berasal dari kota, namun semangat saya tidak surut dengan optimis saya mendaftar disekolah tersebut dan akhirnya diterima.
tiga tahun disekolah ini dan saya lulus dengan hasil yang standart, lalu saya memberanikan diri untuk mencoba lagi masuk ke sebuah SMA favorit di kota ini yaitu SMAN 1 Samarinda dan untuk kali kedua saya diterima lagi.
dengan riwayat pendidikan seperti ini saya selalu dihadapkan pada sebuah kondisi yag kondusif, saya selalu berhadapan dengan orang - orang yang menuntut saya untuk mampu bersaing lebih keras, orang2 yang memiliki daya juang yang kuat, motivasi berprstasi yang tinggi hingga saya luluspun kami berlomba2 untuk pindah ke pulau jawa supaya bisa mengecam pendidikan yang lebih baik walaupun pada akhirnya saya memutuskan untuk tetap stay di samarinda karena satu dan lain hal.
dengan begitu selama saya menempuh pendidikan akademis saya saya selalu dihadapkan pada lingkungan yang baik - baik maka ketika saya ditempatkan PPL di sekolah ini pada awalnya bahkan mungkin sampai saat ini saya masih kaget (tanpa bermaksud meremehkan). disini saya menemkan sebuah kondisi lain yang tidak pernah saya bayangkan dan saya temui sebelumnya pada lingkungan saya.
dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan hal apa saja itu namun satu yang pasti disini saya mulai belajar memandang segala sesuatu walaupun hal terburuk sekalipun dari sudut pandang yang berbeda dan dengan jauh lebih positif sehingga saya masih mampu melihat bahwa mereka yang berada disini adalah nice perso
selesai...
Kamis, 11 November 2010
wah ga jauh beda...


belakangan ini rame banget yang lg bicarain tentang gayus, pasalanya ada orang mirip gayus tambunan tiba - tiba nongol di bali, padahal bukannya dia ada di rutan ya? walaupun potongan rambutnya beda tapi mirip banget eh ternyata itu wig lho?
kalo diperhatikan dengan seksama pria ini memang mirip sekali ama gayus...
wah ini pencorengan nama hukum di indonesia kalau begitu...
Senin, 01 November 2010
Masa kerajaan/ kesultanan Kutai
Kalimantan Timur yang telah berupa kesatuan politik adalah bermula dari Kerajaan Kutai Martadipura atau Kutai Martapura. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-4 (sekitar 300 masehi) di Muara Kaman. Ketika itu, Kutai Martadipura telah menjalin hubungan dengan India, sehingga tidak mengherankan jika Kutai Martadipura merupakan pusat penyebaran agama Hindu, selain juga merupakan pusat perdagangan. Pendiri Kerajaan Kutai adalah Kudungga yang merupakan seorang pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja), sedangkan raja pertama yang resmi berkuasa di Kerajaan Kutai adalah Aswawarman karena sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai dan diberi gelar "Wangsakarta", yang artinya pembentuk keluarga.
Aswawarman mempunyai 3 orang putra, salah satunya bernama Mulawarman. Ketika Maharaja Mulawarman berkuasa, Kerajaan Kutai Martadipura mengalam zaman kejayaan dan menjadi kerajaan yang besar. Kebesaran Kerajaan Kutai terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :
Setiap tahun raja mengadakan upacara sedekah yang dilakukan di Waprakeswara. Waprakeswara adalah sebidang tanah yang dianggap suci.
Raja mebagi-bagikan hadiah dengan seadil-adilnya kepada para brahmana berupa emas, tanah, dan ternak.
Sebaliknya, rakyat menyampaikan tanda terima kasih kepada raja dengan cara :
Mengadakan kenduri untuk keselamatan raja
Mendirikan tugu prasasti[1] yang berisi tulisan-tulisan tentang kebesaran raja.
Maharaja Mulawarman memperluas wilayah kerajaanya dengan cara menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Raja-raja yang ditaklukkannya harus menyerahkan upeti kepada raja Mulawarman.
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
Keruntuhan Kerajaan Kutai Martadipura memberikan kesempatan bagi daerah-daerah pedalaman yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Kutai Martadipura dapat melepaskan diri, membentuk kerajaan-kerajaan sendiri selain ada pula yang menggabungkan diri dengan Kerajaan Kutai Kartanegara.
Aswawarman mempunyai 3 orang putra, salah satunya bernama Mulawarman. Ketika Maharaja Mulawarman berkuasa, Kerajaan Kutai Martadipura mengalam zaman kejayaan dan menjadi kerajaan yang besar. Kebesaran Kerajaan Kutai terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :
Setiap tahun raja mengadakan upacara sedekah yang dilakukan di Waprakeswara. Waprakeswara adalah sebidang tanah yang dianggap suci.
Raja mebagi-bagikan hadiah dengan seadil-adilnya kepada para brahmana berupa emas, tanah, dan ternak.
Sebaliknya, rakyat menyampaikan tanda terima kasih kepada raja dengan cara :
Mengadakan kenduri untuk keselamatan raja
Mendirikan tugu prasasti[1] yang berisi tulisan-tulisan tentang kebesaran raja.
Maharaja Mulawarman memperluas wilayah kerajaanya dengan cara menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Raja-raja yang ditaklukkannya harus menyerahkan upeti kepada raja Mulawarman.
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
Keruntuhan Kerajaan Kutai Martadipura memberikan kesempatan bagi daerah-daerah pedalaman yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Kutai Martadipura dapat melepaskan diri, membentuk kerajaan-kerajaan sendiri selain ada pula yang menggabungkan diri dengan Kerajaan Kutai Kartanegara.
Langganan:
Postingan (Atom)